perjumpaan penuh liku
Aku masih disini dalam kobaran api
membara semakin besar sekali
membakar semangat jiwa juang ini
untuk sampai titik jumpa nanti
aku belum lelah
ini belum usai
Tak akan pernah berakhir
aku belum hilang
aku belum lenyap sayang
aku pantang pulang
aku pantang tumbang
rindu ini terus memancar menusuk sanubari
sungguh ini mempermainkan batin
kamu terjerat dalam ruang abstrak
seperti penjara penuh lika-liku
aku terjebak bahkan tersesat dalam ruang absurdisme
seperti dalam balutan belukar yang mengikat membuat bingung,perih bahkan kaku
kita terlibat adu batin saling bergesekan
kita terpenjara oleh tokoh dalang yang memainkan wayangnya seakan menggerakan kita pada apa yang menghambat perjumpaan
kita penuh ambigu membuat orang awam mendatangkan pertanyaan
kita yang di ambang pilu penuh keresahan yang perlu sebuah pernyataan
apa yang terjadi dengan hati kita?
kita masih disini menunggu pagi
seakan letih tak mengganggu kita
kita masih terjaga menunggu esok hari
puisiku : gadisku,entah kapan malam berganti?
kekasihku,aku masih menunggu pagi.
sebut saja ucang,bukan dilan.
Aku masih disini dalam kobaran api
membara semakin besar sekali
membakar semangat jiwa juang ini
untuk sampai titik jumpa nanti
aku belum lelah
ini belum usai
Tak akan pernah berakhir
aku belum hilang
aku belum lenyap sayang
aku pantang pulang
aku pantang tumbang
rindu ini terus memancar menusuk sanubari
sungguh ini mempermainkan batin
kamu terjerat dalam ruang abstrak
seperti penjara penuh lika-liku
aku terjebak bahkan tersesat dalam ruang absurdisme
seperti dalam balutan belukar yang mengikat membuat bingung,perih bahkan kaku
kita terlibat adu batin saling bergesekan
kita terpenjara oleh tokoh dalang yang memainkan wayangnya seakan menggerakan kita pada apa yang menghambat perjumpaan
kita penuh ambigu membuat orang awam mendatangkan pertanyaan
kita yang di ambang pilu penuh keresahan yang perlu sebuah pernyataan
apa yang terjadi dengan hati kita?
kita masih disini menunggu pagi
seakan letih tak mengganggu kita
kita masih terjaga menunggu esok hari
puisiku : gadisku,entah kapan malam berganti?
kekasihku,aku masih menunggu pagi.
sebut saja ucang,bukan dilan.
Creator : Yusar Ramdhani
Editor : M. Faizhal Mustofa
0 comments:
Post a Comment