![]() |
Harapan pun nyaris saja semua tergantung padamu
Keinginanpun tertumpu padamu
Kau pergi pagi hingga larut malam
bahkan pagi pulang pagi
tentu saja,mencari nafkah!
waktu itu,saat aku pertama kali melihat dunia
kau yang pertama kali mengumandangkan adzan
Di telingaku
kau yang pertama kali bisa membuatku mendengar.
waktu itu,ibu merasakan sakit yang takkan pernah laki2 rasakan
tapi kau,diluar ruang persalinan Harap-harap cemas dengan situsi di dalam.
seakan tak memperdulikan hal lain.
waktu itu,masa kecilku kau sepulang kerja,banting tulang mencari uang
aku,berdiri di depan pintu sudah menyodorkan tangan
meminta uang untuk jajan
lalu, kau hanya tersenyum menatapku dengan meraba saku celana dan memberiku uang.
waktu itu,kau membiayaiku untuk bersekolah sekolah dasar,sekolah menengah pertama,sekolah menengah atas dan saat ini berkuliah hanya untuk membuatku berilmu,juga berpengetahuan.
saat ini,kau masih melakukan hal serupa tiada lelah, letihnya kau mencari uang untuk biaya hidup istri dan anak-anakmu agar bisa makan dan bersekolah.
kau sudah tua
jangan lupa juga Baca :Kekuatan Hidup Jilid 1
aku tahu
ketika aku bertambah umur
kau juga semakin bertambah umur
itu yang paling kubenci
tapi,semoga tuhan bisa mengabulkan
doa-doaku yaitu panjangkan umurmu,sehatkan dirimu,perbanyak rejekimu.
agar nanti,aku lulus kuliah
dengan buat kau bangga
menyekolahkanku bukanlah hal yang sia-sia
hingga nanti aku bekerja juga.
nanti giliranku
nanti aku merasakan sepertimu
nanti aku punya istri
nanti aku punya anak
nanti keduanya kunafkahi
tekadku,misiku yang paling utama
membahagiakanmu ibu-ibu-ibu dan kau ayah!
memberangkatkan kau menuju mekah
mengangkat derajatmu dengan naik haji
mungkin jasamu takkan pernah terbalas oleh apapun
tapi aku akan selalu bisa memberikan yang terbaik,membahagiakanmu,dan mendoakanmu.
maafkan anakmu ini yang tak sempurna
belum bisa menjadi anak yang baik dan berbakti pula
aku menyayangi kalian ibu-ibu-ibu dan ayah!
jangan lupa juga Baca :
Sajak - sajak bahasa indonesia
Creator : Yusar Ramdhani
Editor : M. Faizhal Mustofa

0 comments:
Post a Comment