Senandung Rasa Media Home

Friday, November 11, 2022

Penghadangan dan Pengusiran Tim Sepeda Greenpeace Jelang KTT G20 di Probolinggo Merupakan Pembatasan Kebebasan Berpendapat, Benarkah?

SenandungRasaMediaTelah Beredar kabar penghadangan dan pengusiran tim sepeda Greenpeace di Probolinggo Jelang KTT G20 merupakan suatu bentuk pembatasan kebebasan berpendapat. Padahal kegiatan tim sepeda Greenpeace bertujuan untuk mengkampanyekan bahaya krisis iklim kepada masyarakat, mendokumentasikan nya, serta mempromosikan gaya hidup minim jejak karbon melalui bersepeda. 

Rentetan kejadian pembatasan tersebut merupakan kegiatan jelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang tak hanya dialami oleh Greenpeace. Beberapa organisasi masyarakat sipil di Bali mengalami hal serupa, bahkan ada yang kegiatannya sampai dibubarkan. Dengan adanya penghadangan dan pengusiran tim sepeda Greenpeace jelang KTT G20 di Probolinggo merupakan pembatasan kebebasan berpendapat, benarkah?

Kabarnya masyarakat Bali mengalami hal serupa, pasalnya kegiatannya ada yang sampai terpaksa terhenti pada saat itu, maraknya kejadian pembatasan kebebasan berpendapat ini terjadi jelang KTT G20. Salah satunya yang terjadi di Probolinggo yang melibatkan tim sepeda Greenpeace di Probolinggo yang seakan dibatasi dalam kebebasan berpendapat, padahal kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif.

Menanggapi hal tersebut Greenpeace Indonesia mengadakan konferensi pers pada Rabu, 9 November 2022 Pukul 10.00 - 12.00 WIB yang melibatkan beberapa narasumber seperti Leonard Simanjuntak selaku Kepala Greenpeace Indonesia, M. Isnur selaku Ketua Umum YLBHI, Ahmad Ashov mewakili Bersihkan Indonesia, Choirul Anam selaku Komisioner Komnas HAM RI, Rafii Fuji Berkah selaku Tim Pesepeda.

Langkah konferensi pers tersebut di ambil karena menimbulkan polemik dan keresahan sulitnya mengemukakan pendapat bagi para aktivis yang menggaungkan pendapat mengenai kebersihan lingkungan. Seperti yang kita ketahui nama Greenpeace Indonesia berdiri sejak tahun 1971, motivasi dan visi untuk menjadikan dunia menjadi hijau dan damai berawal. Sekelompok aktivis berlayar dari Vancouver, Canada dengan kapal nelayan tua, Phyllis Cormack. Mereka adalah para aktivis pendiri Greenpeace, mereka percaya bahwa setiap orang dapat melakukan perubahaan.

Dokumentasi foto milik @Kaniasesaa dalam Instagram 


0 comments:

Post a Comment